About


Get this widget:

Jumat, 29 Desember 2017

KAMU SENDIRI BAGAIMANA?!

KAMU SENDIRI BAGAIMANA?!
                                    -Kepada penunjuk jalan yang tersesat

Masak harus belajar membaca lagi?
Lho bukannya sudah mahasiswa?
Kok?
Terus bagaimana kamu bisa lulus TK?
Karena aku pikir kamu sudah tingkatan memahami yang abstrak
Tapi nyatanya memahami yang konkrit saja belum bisa
Makanya aku curiga: jangan-jangan kamu tidak bisa baca

Sekarang saatnya aku mengingatkan kembali
bagaimana mengeja perkataan dengan hatimu
dengan kesadaranmu
tidak dengan mengigau ngluyur mulutmu
supaya tidak termasuk orang yang tidak sesuai ucapan dengan perbuatannya
atau dirimu menjadi potret “tong kosong berbunyi nyaring”

katamu: “Malaikat adalah kebenaran
setan adalah kesalahan
sedang manusia adalah kubangan kecil
jernih tidaknya tergantung kemana kakimu.
Ketika kakimu melangkah kepada malaikat
Maka cahaya akan tunduk takzim di setiap zikirmu
Akan tetapi, jika melangkah kepada setan
Maka apinya akan membakar sakitmu menjadi nikmat semu.”

Katamu lagi: “Makanya tidak perlu menyalahkan orang. Manusia itu tidak bisa menyalahkan. Karena takdirnya adalah benar atau salah.”

Aku yang duduk di sampingmu
Mau memuntahkan lahar panas dari dasar tanah aku menunggu
“hello….” Batinku
Dia tidak sadar sudah berapa kali menghina dan mnegolok-olok orang
Karena kesalahan yang sepele?
Dia sudah berapa kali menghardik dan memojokkan orang yang belum mampu bayar bulanan?
Mungkin sangking sok dewasanya kamu sampai pikun

Terkadang kamu juga menikmati ludahmu sendiri dengan resep rahasia
Sehingga muntah aku menikmati kebangsatan jahiliyahmu


                                                                                                            29 Desember 2017


0 komentar:

Posting Komentar